Kewajiban Memberi Nafkah pada Suami saja


Suami wajib menafkahi keluarga,
jika istri punya penghasilan, maka penghasilan itu hak pribadi istri,
suami tidak berhak mengatur milik istrinya itu,
hak istri terserah dia mau digunakan untuk apa.

Jika suami kekurangan, dalam menafkahi keluarga, sedangkan istri memiliki harta, maka suami boleh berhutang kepada istrinya.

"Istriku aku pinjam uangnya dulu ya"
"untuk apa suamiku?"
"ya, untuk menafkahi dirimu"

suami yang sholih seperti itu,
"nanti kalau aku punya, aku kembalikan"

tapi istri yang sholihah akan bilang kepada suaminya,
"tidak usah hutang, suamiku, ini untuk keperluan kita"
"terima kasih istriku"

Dan pemberian istri kepada keluarganya terhitung sedekah yang memiliki nilai pahala yang besar, sedangkan kewajiban memenuhi kebutuhan keluarga tetap terletak pada suami.

Makna Rizki (dari Ustad Dwi Condro Triono) - Islamic Business Coaching

Makna Rizki (dari Ustad Dwi Condro Triono) - Islamic Business Coaching
MP3 : download
Materi  power point : download

|
|
|
|
|
|
|

Adam Smith vs Karl Marx vs Muhammad saw

Kuliah ekonomi hari ini:
Adam Smith vs Karl Marx vs Muhammad saw.

Kalau di buku-buku sejarah ekonomi, ajaran sistem ekonomi yang diajarkan Muhammad saw tidak ada sama sekali, padahal sistem ekonomi yang ini telah diterapkan lebih dari seribu tahun oleh negara superpower pada saat itu.

Dan ternyata bukan cuma sejarah ekonomi, namun juga sejarah perkembangan teknologi di buku-buku fisika atau kimia misalnya, penemuan-penemuan penting yang terjadi di negara yang dulu pernah jadi superpower itu tidak kita temukan. Di buku yang digunakan di sekolah yang ada malah penemuan yang tidak penting.

Sepertinya liberalisasi pendidikan telah cukup berhasil mempengaruhi pembuat kurikulum di negeri ini untuk 'mengatur' sejarah. Sejarah ekonomi, sejarah teknologi, sejarah peradaban ...

_______________________
Untung saja ada guru (dosen) yang bagus, yang mengajarkan ekonomi Islam. Bahwa sistem ekonomi bukan hanya kapitalisme dan sosialisme. Ada sistem ekonomi Islam yang memiliki kekhasan tersendiri, yang bisa dijadikan solusi untuk mengganti sosialisme yang telah runtuh, dan kapitalisme yang sedang krisis

Menasionalisasi Sumber Daya Alam Indonesia

Sepertinya kita memang akan lebih sulit menasionalisasi pengelolaan SDA kita jika negara kita masih menggunakan sistem yang sekarang.
Mungkin mesti ada perubahan sistem negara untuk bisa lebih memudahkan pemanfaatan SDA kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, bukan sebesar-besarnya untuk kepentingan pemodal.

Sebagai negara besar, sepertinya kita tidak perlu takut untuk diembargo, asal kita juga tidak boleh serakah dan zalim.

Ya, tidak perlu takut untuk tidak memberikan keuntungan bunga pada bank dunia.
Tidak perlu takut untuk tidak memberi keuntungan pada perusahaan yang menjual mobilnya ke negara kita.
Tidak perlu takut untuk tidak memberi keuntungan pada negara yang menjual beras ke kita, menjual daging ke kita, menjual komputer ke kita.
Kita juga tidak perlu takut, untuk tidak lagi mengirim minyak kita ke luar negeri, tidak menjual batu bara kita, tidak mengirim tenaga kerja kita. Tidak perlu takut.

Mungkin untuk sementara memang pengusaha kita yang bergerak dalam ekspor impor akan kacau, tapi tidak lama akan teratasi. Apalagi transaksi antar negara tidak mungkin semua terputus begitu saja.

Ya, transaksi luar negeri tidak akan semuanya tertutup jika kita menasionalisasi SDA. Mungkin kalau kita memaksa dengan membuat Undang-Undang yang menguntungkan kita, kita akan sedikit bermasalah dengan beberapa negara saja. Yang mungkin sebenarnya kita tahu, mereka yang selama ini telah menunjukkan keserakahannya.

Kembali soal sistem negara.
Mungkin saatnya kita mengganti sistem negara ini dengan sistem yang lebih praktis, lebih murah, dan lebih amanah.


Dari komentar di facebook, mengenai bagaimana kalau kita menasionalisasi pengelolaan sumber daya alam kita.

Ditipu melalui internet, dilaporkan ke polisi atau tidak ya?

Dari komentar di facebook tentang penipuan melalui penjualan via internet.


Semoga sedekah yang tidak disengaja itu mendapat pahala yang jauh lebih baik. Mendapat ganti yang lebih besar untuk Yayasan Anak Yatim.

Pertama tetap jaga hubungan baik dengan tersangka,
mungkin dia masih mendapat hidayah untuk mengirim barang yang dibeli, atau mengembalikan uangnya.
(juga dengan tetap berhubungan melalui telpon dia, bisa membantu polisi (bekerja sama dengan operator tri) untuk mengetahui posisi tersangka)

Berikutnya melapor ke kepolisian,
nanti Satreskrim bisa bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk mengetahui pemilik rekening,
(atau sebaiknya cari sahabat yang menjadi petugas Bank Mandiri untuk mengecek pemilik rekening itu, dan hasilnya baru ditunjukkan ke polisi, karena biasanya peraturan bank, polisi pun tidak bisa mengases data nasabah, tapi petugas bank bisa kita ajak kerja sama kalau kita dekat dengan mereka)
Polisi juga bisa bekerja sama dengan Tri, untuk mengetahui pemilik nomor Tri tersebut, dan beberapa nomor yang sering berhubungan dengan nomor tersebut.
(sama dengan masalah bank, paling bagus, kita cari petugas Tri untuk mengecek pemilik nomor tersebut, dan pemilik nomor-nomor yang sering menelpon dan ditelpon oleh nomor tersebut yang tempat tinggalnya dekat atau sekota. Dan hasilnya baru kita berikan pada polisi)

Niatkan saja untuk membantu polisi dalam mengurangi penjahat,
tidak perlu berniat uang kembali, karena Allah yang akan mengembalikan jauh lebih besar, jika kita mengikhlaskan.

Berkeluh kesah di Facebook atau bersyukur

Dari komentar di facebook:


Mungkin yang perlu kita pelajari dan kita latih pada diri kita dengan semakin banyaknya teman di FB, adalah bagaimana kita menempatkan diri kapan saat sensitif dan peduli, dan dimana atau kapan kita tidak perlu mempedulikan.

Jika ada yang memberikan selamat ulang tahun kepada saya melalui FB, misalnya, tentu akan ada yang banyak tidak dibalas, karena kalau dibalas semua, mungkin akan memakan waktu seharian lebih untuk itu. Mungkin ada teman yang iseng saja dalam memberi selamat,  ucapannya dibalas, namun ada teman yang tulus dalam memberi selamat, tapi terlewat dalam membalas.
Dan yang penting kita harus maklum.

ini salah satu contoh saja,

Dan tentu banyak hal lain lagi yang tidak perlu terlalu kita risaukan jika tidak sesuai dengan keinginan dan pemikiran kita.
kalau ada yang hanya berkeluh kesah, ya kalau kita punya waktu, bantu dia untuk melupakan keluh kesahnya dan menunjukkan banyak yang bisa kita syukuri. Kalau kita tidak suka dengan hal itu, ya kita abaikan saja.

Jika ada teman yang tidak membalas inbox dan pesan kita, tapi tetap bisa update status, mungkin dia menggunakan FB dengan HP, yang tidak leluasa memperhatikan setiap pesan. Tapi untuk update status dia tinggal tekan beberapa tombol saja.

Dan ini juga yang bisa kita ambil pelajaran untuk kita, yakni tidak perlu terlalu mudah untuk berburuk sangka, tidak perlu berkeluh kesah.

Masih banyak yang perlu kita syukuri dari FB, dan kita fokus ke situ saja.

Salam kenal.
Bagi saya, meski tidak bisa maksimal, bagaimana kita bisa berguna bagi teman-teman kita.
Paling tidak, tidak menjadi beban bagi mereka dengan mesti membaca keluh kesah kita.
Jika tidak bisa memberi solusi dari keluh kesah dan permasalahan teman-teman, kita bisa share informasi yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman.

Tidak perlu bersahabat dan berteman dulu untuk bisa saling bantu.
Begitu kita tahu ada yang menurut kita perlu dibantu, langsung saja lakukan semampu kita.
 
© 2017 Catatan Afandi Kusuma | www.ok-rek.com | Furniture.Omasae | JayaSteel | OmaSae | OkRek | Facebook | Twitter | BlogRoll