Menasionalisasi Sumber Daya Alam Indonesia

Sepertinya kita memang akan lebih sulit menasionalisasi pengelolaan SDA kita jika negara kita masih menggunakan sistem yang sekarang.
Mungkin mesti ada perubahan sistem negara untuk bisa lebih memudahkan pemanfaatan SDA kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, bukan sebesar-besarnya untuk kepentingan pemodal.

Sebagai negara besar, sepertinya kita tidak perlu takut untuk diembargo, asal kita juga tidak boleh serakah dan zalim.

Ya, tidak perlu takut untuk tidak memberikan keuntungan bunga pada bank dunia.
Tidak perlu takut untuk tidak memberi keuntungan pada perusahaan yang menjual mobilnya ke negara kita.
Tidak perlu takut untuk tidak memberi keuntungan pada negara yang menjual beras ke kita, menjual daging ke kita, menjual komputer ke kita.
Kita juga tidak perlu takut, untuk tidak lagi mengirim minyak kita ke luar negeri, tidak menjual batu bara kita, tidak mengirim tenaga kerja kita. Tidak perlu takut.

Mungkin untuk sementara memang pengusaha kita yang bergerak dalam ekspor impor akan kacau, tapi tidak lama akan teratasi. Apalagi transaksi antar negara tidak mungkin semua terputus begitu saja.

Ya, transaksi luar negeri tidak akan semuanya tertutup jika kita menasionalisasi SDA. Mungkin kalau kita memaksa dengan membuat Undang-Undang yang menguntungkan kita, kita akan sedikit bermasalah dengan beberapa negara saja. Yang mungkin sebenarnya kita tahu, mereka yang selama ini telah menunjukkan keserakahannya.

Kembali soal sistem negara.
Mungkin saatnya kita mengganti sistem negara ini dengan sistem yang lebih praktis, lebih murah, dan lebih amanah.


Dari komentar di facebook, mengenai bagaimana kalau kita menasionalisasi pengelolaan sumber daya alam kita.
 
© 2011 Catatan Afandi Kusuma | www.ok-rek.com | DutaPulsa | OkRek | Facebook | Twitter | BlogRoll