dari Cerita Kucing


dari Cerita Kucing - Nya... nya.... : Cerita dan tampilan dari kucing-kucing kamu

Produk dan Penawaran dari Jaya Steel


Bersegeralah menggapai ridha dan ampunan Allah


Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, “Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; Aku akan menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku akan menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdoa kepada-Ku, maka pasti Aku akan mengabulkannya. Jika ia meminta kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. Ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat.” (Dikeluarkan oleh ath-Thabrâni dalam kitab al-Kabir)

Hadits ini berisi penjelasan mengenai jalan untuk meraih pertolongan dan bantuan Allah, serta dukungan dari sisi-Nya dengan mendekatkan diri kepada-Nya, dan memohon pertolongan kepada- Nya. Dialah Dzat yang Maha Kuat dan Perkasa. Siapa saja yang membela Allah, dia tidak akan pernah dihinakan. Sebaliknya, siapa saja yang menghina-Nya, maka dia tidak akan pernah diberi pertolongan. Dia sangat dekat dengan hamba-Nya, ketika dia berdoa kepada-Nya. Dia Maha mengabulkan doa hamba-Nya, ketika dia memohon untuk dikabulkan. Dialah Dzat yang Maha Perkasa di atas hamba-Nya. Dialah Dzat yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui.

Karena itulah wahai saudaraku, bersegeralah kalian menggapai ridha dan ampunan Allah, juga menggapai surga dan pertolongan-Nya, serta keberuntungan di dunia dan akhirat. Allah Swt. berfirman:
Dalam yang demikian itu hendaklah orang-orang yang berlomba bersegera mengadakan perlombaan. (TQS. al-Muthafifîn [83]: 26)

Disalin dari kitab Min Muqawimat Nafsiyah Islamiyah

Ada orang yang konyol dan begitu gegabah

Ayuna Fadjrin

Setiap orang yang bertindak pasti ada waktu ia harus berpikir panjang, tentang apa yang akan terjadi nanti bila saya melakukan ini dan apa yang terjadi nanti bila saya melakukan itu.

Tapi ada orang yang konyol dan begitu gegabah. dalam pikirannya hanya ada uang, uang, uang, kesenangan, kesenangan dan kesenangan. peduli pada orang lain, sama sekali tak ada dalam pikirannya. Entah mengapa seperti itu.

Orang ini mengaku dulu pernah kaya, kepada beberapa orang, ia mengaku ayahnya dulu adalah orang yang kaya dan dia bisa menikmati hasil apapun dari kekayaan ayahnya. tapi seiring waktu kekayaan ayahnya habis karena perselingkuhan yang ia lakukan.

Dan anehnya, dengan cerita-ceritanya itu, ia berhasil menipu teman-temannya, bahkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan masih ia tipu juga.

Yang saya bahas disini, mengapa dia melakukan itu?

tapi.

Banyak orang yang sama sifatnya seperti orang yang saya ceritakan ini. bahkan beberapa persen dari penduduk di bumi. mereka, tidak mau tahu tentang penderitaan orang lain, mereka hanya peduli tentang kemakmurannya saja. mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesenangannya, dari mulai menipu, menjerumuskan orang, atau yang paling parah mencelakakan orang lain.

dan sialnya... ini bagian tersial...

pemimpin kita... banyak yang sifatnya seperti ini.

Ya Allah... berilah mereka hidayah. moga-moga cepat bertaubat... hingga Indonesia dipimpin oleh orang yang setidaknya mau peduli terhadap rakyatnya
SukaSuka · · Bagikan


Afandi Kusuma 
yang penting.... kita saja .... jangan seperti itu...
kalau bisa nasehati dia dengan baik, ya lebih ok lagi.

Afandi Kusuma 
segala sesuai tentu ada hikmah dan sudah menjadi kehendak Yang Kuasa, jadi kita jangan sampai menganggap hal itu adalah suatu kesialan

Coba formulir dari google form

Coba formulir dari google form

Apa sebenarnya makna Fitrah

Mac Rahmat Hidayat 
Banyak manusia bicara ttg Fitrah, apa sebenarnya makna dari Fitrah itu pak ??


Mac Rahmat Hidayat 
Perhatikan QS. Ar-Rūm ayat 30 ini :
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Diin Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) Diin yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Kira2... Apa maksud Fitrah pd ayat tersebut ???


Afandi Kusuma 
Secara bahasa, fithrah berarti al-khilqah (naluri, pembawaan) dan ath-thabî‘ah (tabiat, karakter) yang diciptakan Allah Swt. pada manusia.

Menurut sebagian mufasir, kata fithrah Allâh berarti kecenderungan dan kesediaan manusia terhadap agama yang haq. Sebab, fitrah manusia diciptakan Allah Swt. untuk cenderung pada tauhid dan dîn al-Islâm sehingga manusia tidak bisa menolak dan mengingkarinya.

Sebagian mufassir lainnya memaknainya dengan Islam dan Tauhid. Ditafsirkannya fitrah dengan Islam karena untuk fitrah itulah manusia diciptakan


Mac Rahmat Hidayat 
Berarti Idul Fitri adalah .....


Afandi Kusuma 
Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama.

Ada juga yang mengatakan, kata id merupakan turunan kata Al-Adah [arab: العادة], yang artinya kebiasaan.

fitri TIDAK sama dengan fitrah. Fitri dan fitrah adalah dua kata yang berbeda. Beda arti dan penggunaannya.


kata Fitrah sesuai dengan Arum 30 tadi.

Kata fitri berasal dari kata afthara – yufthiru [arab: أفطر – يفطر], yang artinya berbuka atau tidak lagi berpuasa. Disebut idul fitri, karena hari raya ini dimeriahkan bersamaan dengan keadaan kaum muslimin yang tidak lagi berpuasa ramadhan.



Berikut beberapa hadist yang terdapat kata fitri yang bermakna "berbuka"

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يزال الدين ظاهراً، ما عجّل النّاس الفطر؛ لأنّ اليهود والنّصارى يؤخّرون

“Agama Islam akan senantiasa menang, selama masyarakat (Islam) menyegerakan berbuka. Karena orang yahudi dan nasrani mengakhirkan waktu berbuka.” (HR. Ahmad 9810, Abu Daud 2353, Ibn Hibban 3509 dan statusnya hadia hasan).

Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تزال أمَّتي على سُنَّتي ما لم تنتظر بفطرها النّجوم

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunahku, selama mereka tidak menunggu waktu berbuka dengan terbitnya bintang.” (HR. Ibn Khuzaimah dalam Shahihnya 3/275, dan sanadnya shahih).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ، وَالفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ

“Hari mulai berpuasa (tanggal 1 ramadhan) adalah hari di mana kalian semua berpuasa. Hari berbuka (hari raya 1 syawal) adalah hari di mana kalian semua berbuka.” (HR. Turmudzi 697, Abu Daud 2324, dan dishahihkan Al-Albani).

PEMBIBITAN KADER DA’I

Da’i Action Center
Da’i Action Center


Adalah program pembibitan kader da’i asli putra-putra daerah yang tinggal di daerah rawan aqidah. Ide ini bermula dari kasus di lapangan dimana banyak da’i-da’i yang diterjunkan di daerah bukan asli putra daerah tersebut. Dimana ketika masa kerja para da’i tersebut selesai, mereka akan kembali ke asal mereka masing-masing, dan masyarakat yang telah dibina oleh da’i tersebut akan kehilangan da’i yang membina mereka selama ini. Dan problem kuarangnya pembinaan masyarakat akan kembali terulang.

Dengan program pembinbitan kader da’i asli putra daerah, maka diharapkan tidak ada lagi kelangkaan da’i akibat para da’i pulang kampung, sebab yang membina masyarakat mualaf kini adalah da’i dari kalangan mereka sendiri. Program ini juga akan membangun network yang baik sehingga kesamaan gerak dan kekuatan dakwah di daerah rawan aqidah akan mudah dibangun.

Target kami adalah 1000 kader da’i di tahun ini bisa terwujud, untuk itu bantu Kami dengan memberikan kontribusi Infaq dan Shodaqoh untuk program ini agar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di daerah rawan aqidah segera terwujud. Saat inijJaringaan kami telah berada di beberapa titik daerah rawan aqidah seperti di Nias, Mentawai, Jawa barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dll.

Disalin dari http://www.daiaction.net/uncategorized/pembibtan-kader-dai.html
Info lebih lengkap silakan hubungi daiaction.net

Ayat Toleransi [Perbedaan merupakan sunatullah]

Suatu hari, kaum kafir Quraisy sudah mulai putus asa dengan perkembangan Islam di Mekah. Pengaruh Muhammad yang membawa agama baru semakin terasa di kalangan masyarakat. Setelah berembuk, mereka mengutus beberapa orang untuk menemui Muhammad. ”Hai Muhammad, hentikanlah dakwahmu mengajak warga mengikuti agamamu. Bagaimana kalau kita saling berbagi. Satu hari kami menyembah Tuhanmu dan satu hari engkau menyembah Tuhan kami?” Muhammad Rasulullah yang mendengar tawaran seperti itu menolak dengan halus. Selanjutnya, turunlah ayat 1–5 Surah al-Kafirun [109]. Bagaimanakah sebenarnya cara kita bersikap kepada orang-orang non-Islam?



Surah Al-Kafirun [109] tentang Sikap terhadap Orang yang Berbeda Agama dan Keyakinan
Sikap terhadap Orang yang Berbeda Pendapat (Surah Yu-nus [10] Ayat 40–41)
Kebebasan untuk Beriman atau Kafir (Surah Al-Kahf [18] Ayat 29)

Kebebasan Beragama dalam Piagam Madinah
Kebenaran adalah milik Allah semata



Salah satu tantangan bagi kita yang telah memeluk agama Islam adalah menerima dengan tulus hati semua ajaran Allah yang telah diturunkan melalui Rasulullah Muhammad saw. Hal ini karena adakalanya, kita bertanya kok aturannya seperti ini. Pertanyaan seperti itu adalah sesuatu yang sangat wajar. Meski demikian, apabila terlalu lama tanpa jawab akan dapat menggoyahkan keyakinan kita kepada Allah dan rasul-Nya.


Bertoleransi kepada sesama manusia merupakan salah satu adab mulia Islam. Islam menghargai pluralitas atau keanekaragaman yang ada dalam masyarakat. Pluralitas adalah kenyataan yang ada dalam masyarakat kita. Hal ini berbeda dengan pluralisme yang menyamakan semua perbedaan yang ada.

Menghargai keanekaragaman yang ada merupakan kewajiban seorang muslim. Hal ini telah dipraktikkan oleh Rasulullah di Madinah saat beliau dengan indah berhubungan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Tentu saja selama pihak lain juga memiliki sikap saling menghargai. Untuk mematrikan sikap ini dalam jiwa kita, terdapat beberapa latihan yang perlu Anda biasakan, sebagai berikut.
1. Menghargai pendapat orang lain dengan penuh daya kritis.
2. Tidak memaksakan kehendak atau pendapat kita kepada orang lain.
3. Menjaga hubungan baik dengan orang lain yang berbeda suku, ras, agama, atau golongan dengan kita.
4. Meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam dan keindahannya.
5. Mempertegas jati diri selaku seorang muslim yang baik, santun, tegas, serta mempu mengayomi setiap orang.

Surah Al-Kafirun [109] Ayat 1–6 bercerita tentang sikap seharusnya seorang muslim kepada orang yang berbeda agama dan keyakinan.
Kita tidak boleh mencampur adukkan tata cara kehidupan kita dengan ajaran agama orang lain.
Surah Yu - nus [10]: 40–41 mengajarkan tentang sikap dalam berbeda pendapat dengan orang lain. Saat kita meyakini kebenaran suatu pendapat apalagi pendapat yang bersifat prinsip, kita diperbolehkan untuk berbeda pendapat dengan tetap menghargai pendapat orang lain.

Surah al-Kahf [18]: 29 mengajarkan toleransi untuk beriman atau tidak beriman kepada Allah Swt. Setiap orang dipersilakan untuk beriman atau tidak menurut keyakinan yang mereka miliki.
Dalam masyarakat, perbedaan merupakan sebuah keniscayaan yang pasti ada. Oleh karena itu, saling menghargai sangat diperlukan agar hubungan antarsesama dapat berjalan dengan baik.
Sebagai umat Islam, kita harus tetap menjaga harga diri dan identitas serta sikap kita sebagai seorang muslim yang teguh dan baik hati. Dengan demikian, tugas kita sebagai rahmatan lil-alamin dapat kita tunaikan dengan baik.

Perbedaan merupakan sunatullah yang ditetapkan Allah bagi sekalian makhluk-Nya. Dengan perbedaan itulah kehidupan di muka bumi ini dapat berlangsung dengan dinamis dan interaktif. Sebagai seorang muslim yang baik, kita juga dihadapkan dengan perbedaan tersebut. Untuk itulah kita harus meneladani contoh Rasulullah bertoleransi dalam perbedaan yang ada.

Pada awal hijrah, Rasulullah hidup di Madinah bersama dengan para penyembah berhala, kaum nasrani, dan orang-orang Yahudi. Dengan mereka semua Rasulullah menjalin pertemanan yang baik. Akan tetapi meskipun berteman baik, Rasulullah tidak terlarut dengan pergaulan tersebut. Rasulullah dengan teguh memegang ajaran Allah tanpa terkontaminasi sedikit pun.

Itulah teladan Rasulullah dalam bertoleransi. Bagaimana dengan kita? Dapatkah kita bertoleransi dengan orang lain? Jika dapat, apakah kita terlarut dalam toleransi tersebut?

.Mode Fashion OkRek . . .

Contoh Sisipkan Kiriman (Embedded Posts) dari Facebook ke Blog






Embedded Posts are a simple way to put public posts - by a Page or a person on Facebook - into the content of your web site or web page. Only public posts from Facebook Pages and profiles can be embedded.

Paket Grosir Sarimbit Abaya & Kemeja

(iklan)


Grosir Batik Mode Okrek

Batik yang kami produksi selalu dengan desain baru, motif baru dan bisa dipesan sesuai ukuran konsumen. Untuk pembelian grosir. Berikut ini rincian harga dan spec produknya.

Paket Grosir 1 Kodi Blus : Rp 2.000.000 
Konsumen mendapat Blus dengan desain dan motif baru setiap kali membeli paket ini. Bila membeli diatas 3 kodi. Konsumen berhak mendapatkan bonus blus pada setiap kodinya.

Paket Grosir 1 Kodi Abaya : Rp 3.000.000 
Konsumen mendapat Abaya dengan desain dan motif baru setiap kali membeli paket ini. Bila membeli diatas 3 kodi. Konsumen berhak mendapatkan bonus Abaya pada setiap kodinya.



Paket Grosir 1 Kodi Sarimbit Blus & Kemeja : Rp 3.400.000 
Setiap piece Sarimbit yang kami buat akan berbeda desain dan motif, jadi produk yang didapat konsumen beragam pilihannya. Pembelian diatas 3 Kodi, Konsumen akan mendapatkan bonus Sarimbit.


Paket Grosir 1 Kodi Sarimbit Abaya & Kemeja : Rp 5.500.000 
Setiap piece Sarimbit yang kami buat akan berbeda desain dan motif, jadi produk yang didapat konsumen beragam pilihannya. Pembelian diatas 3 Kodi, Konsumen akan mendapatkan bonus Sarimbit.



Format Pesan 

Nama :
Alamat :
No hp :
No telp :
Pilihan paket :
Jumlah pesanan : __ Kodi
Alamat Kirim :
catatan :

Kirim ke :
email: ayuna (at) okrek.com
087852095976
http://www.ok-rek.com/2014/06/grosir-batik-mode-okrek.html 

SDN Dukuh Kupang III/490 Dukuh Pakis Surabaya mengadakan Gebyar Pentas Seni dan Pelepasan Kelas VI

Surabaya, hari ini. Sementara di Dolly suasana sedang panas, tidak jauh dari tempat itu, SDN Dukuh Kupang III/490 Dukuh Pakis Surabaya mengadakan Gebyar Pentas Seni dan Pelepasan Kelas VI.

Bertempat di balai RW V Kelurahan Dukuh Kupang Kecamatan Dukuh Pakis Kota Madya Surabaya, guru, wali murid dan siswa mengadakan acara pentas yang meriah.

Para siswa yang lain, mulai kelas satu hingga kelas enam, menampilkan berbagai tari, paduan suara, pantomim, drama boso Jowo, hadrah, dan pembacaan ayat Al Quran.

Anak-anak berkebutuhan khusus siswa SDN ini juga ikut menampilkan kemampuannya. Menari, paduan suara, mereka tampilkan dengan lincah dan cukup memukau penonton.

"Kreativitas anak-anak harus didukung oleh para orang tua" kata Bu Marsagina, kepala sekolah SDN Dukuh Kupang III.

Orang tua atau wali murid juga antusias menyaksikan penampilan anak-anak mereka hingga acara selesai.

Lebih dulu dari kebanyakan sekolah lain di Surabaya,  SDN Dukuh Kupang III membagikan raport kelas 1 s/d 5 pada hari ini. "Agar tidak kesulitan masuk ke website karena banyaknya yang mengakses secara bersamaan dari seluruh sekolah" kata Bu Khanifah, wali kelas 5, menjelaskan kenapa membagikan raport pada hari ini, yang sebenarnya bisa dilakukan besok, Jumat atau Sabtu lusa.

Kegembiraan juga terpancar di wajah  Azka Nisrina, siswa kelas 1 yang mendapat penghargaan sebagai siswa berprestasi. Di raportnya hanya ada dua nilai B+, sedangkan yang lainnya mendapat nilai A.

Selamat atas 6 anak yang berprestasi mencapai nilai tertinggi di kelas masing-masing. Juga selamat kepada seluruh siswa yang naik semua, dan siswa kelas 6 yang lulus semua.


Mabda Islam

Islam menerangkan bahwa di balik alam semesta, manusia, dan hidup, terdapat Al-Khaliq yang menciptakan segala sesuatu, yaitu Allah SWT. Asas mabda ini adalah keyakinan akan adanya Allah SWT. Akidah ini yang menentukan aspek rohani, yaitu bahwa manusia, hidup, dan alam semesta, diciptakan oleh Al-Khaliq. Dari sini nampak bahwa hubungan antara alam sebagai makhluk, dengan Allah SWT sebagai Pencipta adalah aspek rohani yang ada pada alam. Tampak pula hubungan antara hidup sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Pencipta, yang menjadi aspek rohani pada hidup. Demikian pula halnya dengan hubungan manusia sebagai makhluk, dengan Allah sebagai Pencipta, merupakan aspek rohani yang ada pada manusia. Dengan demikian, ruh (spirit) adalah kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan Allah SWT.

Iman kepada Allah SWT harus disertai dengan iman kepada kenabian Muhammad SAW, berikut risalahnya; juga bahwasanya Al-Quran adalah Kalamullah dan wajib beriman terhadap segala hal yang ada di dalam Al-Quran. Akidah Islam menetapkan bahwa sebelum kehidupan ini ada sesuatu yang wajib diimani keberadaannya, yaitu Allah SWT, dan menetapkan pula iman terhadap alam sesudah kehidupan dunia, yaitu hari Kiamat. Bahwa manusia di dalam kehidupan dunia ini terikat dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya, yang merupakan hubungan kehidupan ini dengan alam sebelumnya. Manusia juga terikat dengan perhitungan atas keterikatannya terhadap apa-apa yang diperintahkan dan dilarangan; di mana hal ini merupakan hubungan kehidupan dunia dengan kehidupan sesudahnya. Setiap muslim harus mengetahui hubungan dirinya dengan Allah pada saat melakukan suatu perbuatan, sehingga seluruh amal perbuatannya sesuai dengan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Inilah yang dimaksud dengan perpaduan antara materi dengan ruh. Di samping itu, tujuan akhir dari kepatuhannya terhadap perintah-perintah Allah SWT dan larangan-larangan-Nya adalah mendapatkan ridha Allah semata. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai oleh manusia dalam pelaksanaan perbuatan adalah tercapainya nilai (kehidupan), yang dihasilkan oleh amal perbuatannya.

Dengan demikian tujuan-tujuan utama untuk menjaga masyarakat bukan ditentukan oleh manusia, akan tetapi berasal dari perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Aturan ini selalu tetap keadaannya, tidak akan pernah berubah atau berkembang. Karena itu, melestarikan eksistensi manusia, menjaga akal, kehormatan, jiwa, pemilikan individu, agama, keamanan dan negara, adalah tujuan-tujuan utama yang sudah baku, tidak akan pernah berubah atau berkembang. Untuk menjaganya ditetapkan sanksi-sanksi yang tegas. Maka dibuatlah hukum-hukum yang menyangkut hudud (bentuk pelanggaran dan sanksinya ditetapkan Allah SWT) dan uqubat (sanksi pidana) untuk memelihara tujuan-tujuan yang bersifat baku tadi. Pelaksanaan pemeliharaan tujuan-tujuan ini wajib adanya, karena termasuk dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah SWT, bukan karena menghasilkan nilai-nilai materi (mashlahat dan keuntungan bagi masyarakat dan negara)


Mabda adalah aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud akidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup; serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan sebelum dan sesudah alam kehidupan. Sedangkan peraturan yang lahir dari akidah tidak lain berfungsi untuk memecahkan dan mengatasi berbagai problematika hidup manusia, menjelaskan bagaimana cara pelaksanaan pemecahannya, memelihara akidah serta untuk mengemban mabda. Penjelasan tentang cara pelaksanaan, pemeliharaan akidah, dan penyebaran risalah dakwah inilah yang dinamakan thariqah. Sedangkan yang selian itu, yaitu akidah dan berbagai pemecahan masalah hidup tercakup dalam fikrah.
Mabda mencakup dua bagian, yaitu fikrah dan thariqah.

Apabila kita telusuri dunia ini, kita hanya menjumpai tiga mabda (ideologi). Yaitu Kapitalisme, Sosialisme termasuk Komunisme, dan Islam. Dua mabda pertama, masing-masing diemban oleh satu atau beberapa negara. Sedangkan mabda yang ketiga yaitu Islam, tidak diemban oleh satu negarapun. Islam diemban oleh individu-individu dalam masyarakat. Sekalipun demikian, mabda ini tetap ada di seluruh penjuru dunia.

Mengambil hikmah dari Dicurangi, Ditipu, dan Difitnah

Curang, Menipu, Memfitnah

Ketiga perbuatan itu memang tidak selalu berhubungan, dan bisa jadi tidak selalu ada pada diri satu orang. Namun secara kebetulan aku mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung akibat dari perbuatan itu secara berturut-turut.

1) Sebelumnya bagaimana sia-sianya hasil kecurangan seseorang ditunjukkan jelas di hadapanku. 2) Kurang lebih satu tahun dari kejadian itu, aku mengalami ditipu seorang teman. Untung saat itu aku langsung ingat pesan dari pelajaran yang pernah aku dapatkan, dan langsung ridho dengan kejadian itu. Tidak lama dari kejadian penipuan (penggelapan) itu, aku menyaksikan bagaimana kesulitan bertubi-tubi tertimpa pada si penipu, sedangkan aku mendapatkan ganti lebih banyak dan lebih bagus, tidak lama dari kejadian itu. Semuanya tanpa disangka-sangka.

3) Beberapa waktu lalu ada yang memfitnah aku. Seseorang dengan menggunakan nama orang lain. Karena aku tahu bahwa aku tidak seperti yang dituduhkan, maka aku tenang saja. Bahkan di situ aku memberikan alamat dan nomor telepon bila ada orang lain yang mengetahui adanya tuduhan itu lalu hendak melakukan konfirmasi atau investigasi agar bisa lebih mudah.

Sebenarnya saat itu aku sudah tahu siapa yang memfitnah aku, namun karena menurutku saat itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap diriku, aku biarkan saja, dan langsung aku maafkan begitu saja. Dan dengan dia, aku tetap menjaga hubungan baik, seperti tidak terjadi apa-apa.

Tanpa disangka beberapa minggu kemudian, orang yang memfitnah aku itu terbuka aibnya, oleh sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan aku. Ya tanpa disangka-sangka, si pemfitnah itu terlihat dengan jelas sebagai penipu dan pemfitnah.

Meski begitu, aku tetap menjaga hubungan baik dengan dia. Bukan hanya karena aku tidak dirugikan apa-apa, namun tetap menjaga tali silaturahim adalah lebih penting. Apalagi kekuatan yang lebih besar telah menghukum dia secara langsung. Tidak terlalu lama dari tindakannya kepadaku.

Allah, aku berlindung kepada Mu, dari berbuat curang, dari perbuatan menipu dan dari perbuatan memfitnah. Sungguh aku tidak takut dicurangi, tapi aku sungguh sangat takut jika sampai berbuat curang. Sungguh aku tidak takut jika ditipu, namun sungguh aku tidak mau kalau menipu. Sungguh aku tidak mempermasalahkan kalau difitnah, namun dengan bersungguh-sungguh aku berlindung kepada Allah dari perbuatan memfitnah.

(Semoga bisa menjadi inspirasi dan Allah menjagaku dari riya)

Afandi Kusuma

 
 
© 2017 Catatan Afandi Kusuma | www.ok-rek.com | Furniture.Omasae | JayaSteel | OmaSae | OkRek | Facebook | Twitter | BlogRoll