Awas ada Momok jangan kesana

"Ada momok loh ya"

Begitu kata seorang ibu yang melihat anaknya berlarian, dan dia tidak menghendaki hal itu. Dia ingin anaknya tidak pergi terlalu jauh dari tempat dia berdiri.

Seorang ibu mengarahkan anaknya sesuai yang diinginkannya demi kebaikan anak itu. Tidak berlarian jauh, apalagi kalau larinya ke jalan, tentu berbahaya bagi anak itu. Atau ketika disuapi makan, tidak boleh berlarian kesana kemari.




Ada ibu yang dengan sabar, hanya mengawasi saja ketika anaknya berlarian. Begitu membahayakan anaknya, langsung dia menangkap dan memeluk atau menggendongnya. Sambil memberikan penjelasan dengan lembut. "Kalau bermain di sekitar sini saja ya, agar aman. Kalau di sana. Itu banyak kendaraan... Hayo tahu kan kenapa, kok tidak boleh bermain di jalan?..."
Ada juga yang sambil duduk, sambil menyuapi atau membawakan makanan anaknya, bercerita tentang Sahabat Nabi atau tentang makanan sehat. Anak tidak mondar-mandir saat makan, karena asyik mendengarkan ibunya bercerita.

Ada juga ibu yang tidak banyak mengajak anak kecilnya ngobrol. Sekali-kali bicara ke anaknya hanya melarang. "Jangan lari". Tanpa ada penjelasan. Mungkin dia tidak memikirkan, apakah si anak sudah paham kenapa kok dilarang lari. Ada juga yang menakut-nakutinya dengan sesuatu yang tidak jelas. "Jangan ke sana. Ada momok lo".

Ada ibu yang sering membentak-bentak anaknya, tapi anak itu tidak takut sama sekali dibentak ibunya. Ada juga ibu yang hanya dengan memandang anaknya, anaknya langsung menundukkan kepala dan mendatangi ibunya, siap mendengarkan apa yang akan dikatakan ibunya.

Kamu ibu yang bagaimana?
Ibumu dulu, bagaimana mendidikmu?
 
© 2011 Catatan Afandi Kusuma | www.ok-rek.com | DutaPulsa | OkRek | Facebook | Twitter | BlogRoll